Sarung Tangan Cut Resistant, Anti Sayat, Anti Potong

Product

Sarung tangan cut resistant adalah jenis alat pelindung diri (APD) untuk melindungi pekerja dari bahaya benda tajam. Cidera tangan karena sayatan atau tusukan banyak terjadi karena pekerja tidak memakai sarung tangan atau salah memilih jenis sarung tangan. Disebut juga sarung tangan anti sayat atau sarung tangan anti potong.

Sarung tangan cut resistant memenuhi standar yaitu EN388:2016 atau ANSI/ISEA 105-2016. Sarung tangan sesuai standar memberikan jaminan kualitas dan perlindungan yang maksimal pada pekerjaan industri. Kode detail standar harus tertera lengkap di produk dan di kemasan sarung tangan. Hal ini menunjukan bahwa sarung tangan sudah memenuhi pengujian cut resistant.

Standar EN388:2016 adalah standar Eropa dan banyak digunakan di area Eropa, Kanada, Amerika Selatan dan Asia. Sedangkan ANSI/ISEA 105-2016 banyak digunakan di Amerka Serikat dan sebagian Asia. Kedua standar ini mempunyai pengujian yang berbeda.

Jenis bahan Sarung Tangan Cut Resistant

Bahan yang terbaik jenis UHMWPE seperti Dyneema cut resistant, lebih baik dibandingkan dengan bahan Para Aramid seperti Kevlar. Keunggulan bahan UHMWPE yaitu tidak menyerap panas, tahan air, lebih ringan dan lebih kuat. Kekurangan Bahan Para Aramid seperti Kevlar yaitu lebih berat, kurang kuat, dan bisa menyerap air.

  1. Bahan Ultra-High-Molecular-Weight Polyethylene (UHMWPE). Contoh Spectra, Dyneema, TenActiv
  2. Bahan Para-Aramid. Contoh Kevlar, XKS, Aramex, Rhino, Metalguard, Armcor
  3. Bahan Jaring Besi

Perbedaan lain yaitu penambahan coating pada tangan bagian telapak atau bagian atas. Jenis lapisan coating bisa bermacam-macam seperti bahan nitrile, latex atau polyurethane. Penambahan lapisan coating untuk meningkatkan daya cengkeram dan anti slip.

Standar Sarung Tangan EN388:2016

Sarung Tangan Cut Resistant melalui dua pengujian yaitu Coup Test dan TDM Test ISO 13997. Coup Test adalah pengujian ketahanan sarung tangan ketika dipotong dalam 60 putaran. Coup Test sudah digunakan di standard lama yaitu EN388:2003 dan tetap digunakan di standar baru EN388:2016. Level perlindungan ditunjukan dengan level 1 hingga 5, dimana level 5 memberikan perlindungan paling tinggi. Jika mata pisau tumpul selama pengujian ini maka dilakukan pengujian selanjutnya yaitu TDM Test ISO 13997.

PT Kalsa Triapsara Utama

Jl. Boulevard Kota Wisata, Ruko Sentra Eropa Blok SE A24, Cibubur, DKI Jakarta 16965
DKI Jakarta , Indonesia

whatsapp

0811-1008-258

call

(021) 8494-1148

contact

support@kalsatriapsara.com